Tuesday, February 9, 2016

Backpacker ke Pantai Kukup, Baron, Parangtritis dan sekitaran jogja



Akhirnya setelah sekian lama akhirnya bisa liburan lagi, dan lagi - lagi ke Jogja. Kali ini cuma bisa pergi sendirian.

Tanggal 27 Desember 2015 tiba, gw berangkat ke Pasar Senen. Berangkat dari Cilandak Jam setengah delapan malam Via Gojek. Sampai disana sudah banyak orang yang menunggu kereta menuju tujuan masing - masing.

Jam menunjukkan jam setengah sembilan malam, sementara Kereta Progo baru berangkat pada jam 10.00 kurang segitu menit. Mampir minimarket dulu untuk beli air minum dan cemilan. Akhirnya penantian berakhir, segera menuju kereta dan masuk gerbong 4. Alhamdulillah punya tiket dua karena temen batal ikut. bisa selonjoran di kereta hahaha. Duduk di samping jendela biar paginya bisa lihat pemandangan ( anak kota jarang liat ijo ijo).

pemandangan *tsah
Akhirnya sampai juga di stasiun Lempuyangan pada jam tujuh pagi. Keluar dari stasiun langsung makan Soto, lumayan 7 ribuan. Selagi asik nunggu pesanan datang, ibu ibu warung sebelah bisik - bisik ke gw, " mahal mas disitu... mahal..." gw cuma bisa senyum aja nanggepinnya.

Usai makan langsung otewe ke Trans Jogja setelah tanya lokasi halte terdekat kepada ibu warung. Disekitar stasiun banyak tukang ojek yang menawarkan jasanya, tapi gw tolak dengan manja halus. Mereka gak ngotot dan malah ngasih tau arah ke halte trans Jogja. Setelah beli tiket Trans Jogja seharga Rp. 3000,- gw langsung nunggu di dalam halte trans Jogja yang mungil itu. Pagi itu penumpangnya nggak ramai, atau emang biasanya cuma segini. Udah biasa liat chaosnya Transjakarta jadi agak bingung liat yang sepi gini hahaha.

Gak lama Transjogja arah terminal Giwangan muncul, dan duduk manis sampai tujuan. Sesampainya Terminal Giwangan gw lagi - lagi diserbu para tukang ojek. Entah kenapa gw jadi seperti seonggok tokai yang menarik perhatian para lalat bin tukang ojek, atau ini emang lumrah dan cuma gw nya aja yang kegeeran. Entahlah.

Dengan segenap kekuatan tukang ojek itu mencoba meyakinkan gw bahwa klo mau ke Gunung kidul mendingan naik ojek daripada ngecer dengan bus. Dia mulai gambar - gambar peta di tanah untuk menjelaskan betapa rumitnya perjalanan kesana. Dan dengan sepihak dia menetapkan harga Rp. 250.000 untuk sampai kesana dengan ojek. Yup, seperempat juta buat ngojek, kalian gak salah baca kok. Itu belum termasuk Pijat, sarapan ataupun makan siang.

Akhirnya setelah selesai dengan penjelasan panjangnya ( mungkin bisa jadi bahan skripsi ) gw dengan sopan pamit menuju bus yang akan membawa gw menuju wonosari. Busnya lumayan penuh, dan kursinya mentok di kaki gw yang jenjang ini. Perjalanan lumayan panjang dan satu persatu penumpang mulai turun. Dan akhirnya penumpang hanya menyisakan gw dan sepasang orang tua yang ternyata wisatawan juga. Akhirnya gw ngobrol aja sama keneknya, tanya - tanya soal kemacetan ketika liburan natal kemarin. Sekalian cari info soal transportasi lainnya. Bapak dan Ibu itu akhirnya ikut nimbrung ngobrol. Akhirnya tau klo mereka juga mau ke arah Pantai Baron.

Jam 11 siang sampai di terminal wonosari. Dan lagi - lagi jadi primadona tukang ojek. Kali ini gw nyerah, badan udah capek dan ngantuk banget jadinya males nunggu bus yang menuju Pantai Baron. Tidur di kereta gak bisa pulas sih. Dengan 50 ribu gw minta pak ojek menuju pantai baron. Setengah jam mengarungi jalan akhirnya sampai di Pantai Baron. Gw liat - liat kayaknya pantai Baron terlalu ramai, akhirnya gw bilang sama pak ojek untuk pindah ke pantai kukup.

Untungnya pantai Kukup gak jauh dari Baron. Cuma tinggal nanjaaaaaaak.... dan turuuuuunnn... gw langsung cari penginapan, dan akhirnya gw pilih Hotel Kukup Indah. Lumayan deh 100k per malamnya.

kondisi kamar
Istirahat sebentar, lalu cari makan. Banyak warung makan disini, sampai bingung mau makan dimana. Harga sudah di display jadi gak khawatir kena tembak harga hehehehe. Setelah itu langsung siap - siap cek lokasi.

Ikon pantai Kukup



Setelah puas gw balik ke penginapan, mandi dan langsung tidur. Jam 4 gw bangun dan pergi ke pantai lagi. Jalan - jalan sekalian nunggu sunset. Ketemu sama seorang bapak yang lagi nunggu sunset juga, dengan kamera komplit. akhirnya momen sunset itu muncul juga ( ya iya lah ). Langsung photo - photo dikit sambil menikmati matahari terbenam.

sunset Kukup
Rasanya puas banget udah liat sunset yang menawan di pantai ini. Gak terasa udah gelap banget. Sekarang tinggal mandi, makan dan istirahat. Btw seafood disini enak lho hehehehe.

Tidur gw pules banget, gak pake mimpi. Malah udah melek jam 4 pagi. Cuci muka dan langsung siap - siap buat liat sunrise. Jam 5 keluar dari penginapan, ternyata pantai sudah ramai orang. Langsung cari lapak buat liat matahari terbit. Eh ketemu lagi sama si bapak yang udah siap dan dapet spot asik kayaknya. Dan pagi itu juga sudah banyak penduduk lokal yang lagi cari rumput laut dan ikan.

Sunrise Kukup







Matahari mulai naik, dan gw pun balik ke penginapan buat check out. Jam 9 pagi pun check out dan rencananya jalan kaki ke pantai Baron. Ngobrol sebentar sama pemilik penginapan, dan diberi arahan klo mau jalan kaki bisa lewat pesisir pantai atau jalan raya. Dan karena gw liat pesisir pantai ombaknya lagi nggak nyantai gw pun memilih lewat jalan raya. Dan gw lupa klo jalan raya menuju Baron memiliki tanjakan yang aduhai. Gw pun berjalan seorang diri mendaki tanjakan yang lumayan ini. Sempat istirahat sebentar buat minum, matahari terik bikin keringat mengucur dengan membabi buta. Sampai diatas gw liat ada papan petunjuk sederhana yang bertuliskan " Menara ". Baru inget klo pantai Baron ada mercusuar. Ya jadilah gw mampir ke mercusuar. Ketemu bapak - bapak yang sedang istirahat, kelihatannya sih habis berkebun. Mereka memberi tahu jalan ke menara dan pantai Baron.

Akhirnya tiba juga di menara mercusuar. Di pintu masuk membayar 5000 rupiah. Perjuangan untuk sampai mercusuar juga lumayan. tas beberapa kali nyangkut karena lubang tangga nggak begitu lebar. Begitu sampai puncak mercusuar perjuangan terbayarkan. Ambil nafas dulu sekalian menikmati pemandangan garis pantai menuju laut lepas.


 

Setelah Puas gw langsung menuju Pantai Baron. Istirahat sebentar sambil minum es kelapa. Keadaan pantai Baron saat itu lagi ramai, para nelayan kelihataanya baru sampai. Mereka mengangkat hasil tangkapannya dan aroma ikannya lumayan menusuk hehehe. Oh iya, pantai baron ada sungai, banyak anak - anak ataupun orang dewasa yang berenang disana. Mungkin karena ombak sedang besar jadi mereka memilih berenang di air tawar. Setelah puas, gw langsung menuju terminal baron dan langsung pergi meninggalkan Gunung kidul.




Di Bus gw jadi penumpang eksklusif, karena cuma seorang diri. Kadang kasihan juga liat pak supir klo penumpangnya sedikit kayak gini. Meskipun sempat nge-time lumayan lama akhirnya sampai lagi di Wonosari. Diberi saran oleh supirnya agar gak usah turun di dalam terminal dan menunggu di perempatan. Dan benar saja, kebetulan bus sedang cari penumpang di perempatan tersebut, gak lama kemudian bus langsung jalan menuju terminal Giwangan.

Dari terminal Giwangan langsung sambung lagi menuju Parangtritis. Pantai ikonik di Bantul ini gak pernah kehilangan pesonanya. Meskipun ramainya naujubile, asal mau jalan agak jauh kita bisa dapet tempat yang asik buat menikmati Parangtritis tanpa terganggu riuhnya pengunjung lain. Tiket bus dari Giwangan menuju Parangtritis 15 ribu rupiah. Disana gw menginap di Budi Inn. Biaya per malamnya 250ribu rupiah. Dengan fasilitas wifi, kipas, televisi dan breakfast. Sebenarnya banyak sih penginapan yang murah, tapi kaki ini sudah gak kuat buat jalan lagi.

Yup, liburan seperti ini Parangtritis memang sedang ramai - ramainya. Rombongan siswa, wisatawan dalam maupun luar semua berhamburan di pantai. Cuma jalan - jalan sejenak lalu kembali ke penginapan untuk mandi, makan dan tidur. Jam 4 kembali siap - siap untuk menyusuri pantai, suara tawa riang terdengar di sepanjang pantai. Gw mulai menjauh ke tempat tadi siang. Sedikit bermain air dan duduk menikmati laut hingga senja datang. Sunset di parangtritis tidak kalah indah dari tempat lainnya. Benar - benar layak disaksikan ( kayak film bioskop aja ) gak terasa sudah terlalu gelap dan gw masih harus jalan jauh ke penginapan. Tapi semua gak terasa hehehehe.

Sunset

Yak, esoknya gw kembali terbangun jam 4 pagi. Hari ini mau liat sunrise dan mampir ke Gumuk pasir Parangkusumo sebelum kembali ke pusat kota Jogja. Jam 5 pagi langsung menuju pantai. Suasana sudah ramai sekali, gw kembali menuju spot kemarin, karena matahari akan muncul dari balik tebing jadi kemungkinan baru terlihat ketika matahari agak tinggi. Setelah menyaksikan sunrise gw langsung jalan kaki menuju gumuk pasir Parangkusumo. Jaraknya lumayan jauh dari Parangtritis. Sampai disana suasana masih sepi dan matahari sudah mulai tinggi namun belum terlalu panas. Setelah puas keliling sendiri ditengah gumuk pasir gw segera kembali ke penginapan.

Gumuk pasir Parangkusumo
Sunrise
sampai juga di Mekkah

Gw checkout dan langsung menuju Terminal Giwangan ( lagi ). Sampai disana langsung janjian sama penyewa motor. 75 ribu rupiah per hari untuk keliling kota Jogja. Setelah taruh barang di penginapan yang harganya 100 ribu per malam, gw langsung pergi ke alun - alun kidul, mall Amburakmo, dan Taman sari. Kenapa gw gak ke Malioboro atau tugu jogja? Semua tempat itu penuh dengan manusia, bisa lewat aja udah bersyukur klo kesana mah hihihihi. Ternyata kesorean gw di taman sari, jadinya cuma bengong depan pintunya aja. Karena baru tahu klo jam 4 sore sudah tutup. Esoknya baru deh gw balik lagi ke Taman sari. Padahal masih pagi, tapi ramainya luar biasa. Ada banyak turis mancanegara juga. Salut sama guide nya bisa berbagai bahasa. Ajarin saya dong pakde XD. Gw sebagai wisatawan gembel, akhirnya nebeng rombongan orang buat ikut dengerin penjelasannya. Cuacanya khandmaend panasnya. Selesai dari sana nongkrong lagi di Alkid ( Alun - alun Kidul ). 


Besoknya gw jemput temen gw, yang pertama di Terminal Giwangan, yang kedua di Jalan Magelang dan terakhir di Stasiun Lempuyangan. Kita semua nginep di rumah saudara temen gw. Langsung deh otewe menuju Klaten, tujuannya adalah ke Umbul Ponggok. Lumayan panjang perjalanan menuju Umbul ponggok. Sepanjang jalan kehujanan. Kesana cuma karena penasaran, soalnya tempat ini sedang ramai diperbincangkan. Sampai sana ramainya bukan main. Dengan tiket 8000 rupiah dan sewa pelampung 7000 rupiah kita bisa langsung menikmati dinginnya segarnya Umbul Ponggok. Kita gak bisa berlama - lama disana karena temen gw harus ke terminal Penggung jam 2 siang untuk balik lagi ke Jakarta, kurang kerjaan dia sih ke Jogja cuma sekelebatan aja wkwkwk. Jadilah cuma mandi - mandi aja di Umbul Ponggok. Dan lagi gak ada yang bisa berenang hahahaha. Pakai pelampung juga percuma badan kaku saking dinginnya air, mungkin efek habis kehujanan.
ramainya Umbul Ponggok
Setelah mengantar temen gw ke Terminal, langsung balik. Besoknya udah waktunya balik ke Jakarta. Kayaknya cepet banget waktu berlalu hikss... Tapi ada aja adegan konyol sebelum balik, helm motor sewaan gw kebawa temen balik ke rumah sodaranya. Jadilah gw panik dan langsung tancap gas balik. Hape gw bunyi terus di telpon sama orang yang mau ambil motor. Akhirnya masih sempat dan gw minta maaf karena bikin nunggu. waktu masih menunjukkan jam 2, sementara kereta gw masih satu jam lagi. Beli perbekalan dan akhirnya kembali ke Jakarta.

Tiket Progo PP: Rp.150.000

Naik gojek ke stasiun: Rp. 15.000
Makan soto stasiun plus teh: Rp. 10.000
Trans Jogja: Rp. 3.000
Bus Giwangan - Wonosari: Rp. 15.000
Ojek ke Pantai Kukup: Rp. 50.000 ( kata penduduk biasanya gak sampai 20ribu :') )
Hotel: Rp. 100.000
Makan siang, Nasi Rames: Rp. 15.000
Makan Malam, Cumi: Rp. 20.000

Total Day 1: Rp. 228.000

Sarapan dan sikat gigi: Rp. 10.000
Es Kelapa: Rp. 5.000
Menara Mercusuar: Rp. 5.000
Bus BAron Wonosari: Rp. 15.000
Bus Wonosari Giwangan: Rp. 15.000
Bus Wonosari Parangtritis: Rp. 15.000
Penginapan: Rp.250.000 ( Padahal yg 25 ribu juga ada wkwkwk)
Makan Siang plus Malam: Rp.30.000

Total Day 2: Rp. 345.000

Sarapan: Rp. 10.000
Bus Parangtritis Giwangan: Rp. 15.000
Sewa Motor: Rp. 150.000
Penginapan: Rp. 100.000
Makan siang: Rp. 7.000
Makan Malam: Rp. 7.000

Total Day 3: Rp. 279.000

Sarapan: Free
Makan Siang plus jajan: Rp. 10.000
Bensin: Rp. 10.000
Parkir: Rp. 5.000
Makan Malam: Rp. 10.000
Taman Sari: Rp. 5.000

Total Day  4: Rp. 40.000

Sarapan: Rp. 10.000
Umbul Ponggok dan Pelampung: 15.000
Bensin: Rp. 10.000

Total Day 5: Rp. 35.000

Sarapan: Rp. 15.000
Cemilan Kereta: Rp. 30.000
Grabbike: Rp. 20.000

Total DAy 6: Rp. 65.000

Total Keseluruhan: Rp. 1.142.000
Pembulatan: Rp. 1.200.000

Klo temen gw bisa langsung dari day 1 mungkin bisa lebih murah karena sharing cost wkwkwkwk.
Tapi asik juga sih bisa jalan - jalan sendirian. Sampai jumpa lagi Yogyakarta, gak kapok deh main kesana.

No comments:

Post a Comment